Okezone.com-Meteor yang meledak di langit kawasan Russia
baru-baru ini melukai ratusan orang di wilayah setempat. Kabarnya, serangan
meteor ini terjadi setiap beberapa bulan.
Dilansir Hosted, Jumat (15/2/2013), serpihan meteor
yang sempat ditembak dengan rudal militer di negara setempat ini kabarnya jatuh
ke tanah di Ural Mountains. Apakah perbedaan antara meteor dan meteorit?
Meteor adalah potongan-potongan batu luar angkasa, biasanya
lebih kecil dari komet atau asteroid. Meteor bisa memasuki atmosfer Bumi dan
umumnya terbakar oleh panas atmosfer
Akan tetapi, meteor yang masih dapat bertahan dalam panas atmosfer tersebut bisa mendarat ke permukaan Bumi. Nah, meteor yang berhasil lolos dari "saringan" atmosfer ini dinamakan meteorit.
Benda luar angkasa ini kemudian bisa meluncur dan menabrak
permukaan Bumi. Berdasarkan catatan penelitian European Space Agency (ESA),
meteor ini bisa melesat di kecepatan 30 ribu kilometer per jam. (18.642 mph).
Terjangan meteor bisa melepaskan sejumlah besar kekuatan.
Para ahli mengatakan, serangan meteor terkecil terjadi mulai dari lima sampai
10 kali dalam setahun.
Dampak besar seperti yang terjadi baru-baru ini di Russia
adalah langka. Namun, ini bisa terjadi kembali setiap lima tahun sekali.
Addi Bischoff, pakar mineralog dari University of Muenster,
Jerman, sebagian besar serangan ini terjadi di area yang tidak dihuni, di mana
dampak yang ditimbulkan tidak akan menyebabkan cedera pada manusia.
Alan Harris, ilmuwan senior di German Aerospace Center,
Berlin, mengatakan bahwa dampak luka-luka ini diakibatkan ledakan meteor yang
pecah di atmosfer. Ledakan ini menimbulkan gelombang kejut yang dapat
menghempaskan benda melayang di udara dalam radius beberapa kilometer.
Kalaupun meteorit tersebut berhasil mendarat di permukaan
tanah Bumi. Maka, bentuk benda luar angkasa ini menjadi terlalu kecil untuk
menyebabkan kerusakan signifikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar