Keluarga
Jones adalah sebuah tim marketing yang menerapkan strategi pemasaran dengan
cara menjadikan mereka sebuah keluarga kaya yang menjadi perhatian para
tetangga sehingga para tetangga terbawa oleh gaya hidup mereka. Konflik dari
film ini terjadi ketika setiap anggota tim-nya mulai terpecah dengan
masalah-masalah individualnya. Jenn yang bereperan sebagai remaja cewek,
terjebak dalam masalah ketika dia berusaha menggoda orang-orang kaya paruh
baya. Sedangkan Mick melihat temannya yang bernama Naomi menjadi korban
kecelakaan karena pengaruh alkohol yang dipasarkan mulai terganggu hati
nuraninya. Selanjutnya Mick terlibat masalah homoseksual. Sedangkan Steve
melihat tetangganya bunuh diri karena terlalu banyak menanggung hutang akibat
pengaruh gaya hidup mereka membuat Steve mengaku bahwa Keluarga Jones
diciptakan sebagai alat marketing perusahaan.
Karakter
Tokoh Utama :
-Tokoh Steve
Karakter bekerja keras, mudah bersosialisasi, suka pamer , jujur, tidak sombong
-Tokoh Steve
Karakter bekerja keras, mudah bersosialisasi, suka pamer , jujur, tidak sombong
- Tokoh
Kate
Karakter bekerja keras , suka pamer , baik , cuek, optimis
Karakter bekerja keras , suka pamer , baik , cuek, optimis
- Tokoh Jane
Karakter suka lelaki yang umurnya jauh lebih tua dari dia, suka pamer, tidak jujur
- Tokoh Mick
Karakter jujur, gay, suka pamer
Berbagai
cara yang digunakan dalam pemasaran di film The joneses ini terbilang kreatif.
Beberapa hal yang sangat diperhatikan dalam menghadapi pasar disini adalah
tentang life style atau gaya hidup masyarakat yang dituju. Tergambar jelas di
film ini yang menjelaskan tentang latar belakang kondisi masyarakat yang glamor
dengan berbagai macam barang mewah yang dimilikinya. Gaya hidup masyarakat yang
suka berpesta dan saling mengunjungi dalam rangka untuk pamer dengan harta
serta barang-barang mewah menjadi titik kunci yang dapat digunakan untuk
menjerat konsumen. Gaya hidup seperti ini memang sebenarnya sangat tidak sehat
dalam kehidupan bermasyarakat dikarenakan banyak sekali efek atau akibat yang
akan muncul seperti kurang pedulinya masyarakat terhadap keadaan sosial berupa
kemiskinan dan kepapaan yang sedang terjadi di tempat yang lain dan pemborosan
harta terhadap keinginan yang tidak perlu.
Kecenderungan gaya hidup yang seperti ini tentunya tidak akan terjadi apabila pendapatan per kepala rumah tangga tidak mencapai nilai yang fantastis. Dalam film disebutkan bahwa pendapatan rata-rata mereka mencapai US$ 100.000 per bulannya. Dengan pendapatan sebesar itu tentunya mereka bisa membeli apapun yang mereka inginkan. Mulai dari barang primer, sekunder hingga tersier bisa mereka miliki dengan mudah. Efek dari gaya hidup seperti ini akan memunculkan sifat saling iri atau dengki yang membuat dirinya ingin menjadi yang paling dipandang oleh kelompok masyarakat yang lain.
Efek lain dari sifat dengki adalah persaingan dalam memenuhi keinginan agar dipandang lebih atau minimal sama dengan yang lain. Kondisi yang seperti ini bisa dipandang sebagai pasar yang sangat berpotensi yang nantinya dapat digunakan sebagai alat penyerap barang produksi. Tentunya barang hasil produksi yang dipasarkan dalam hal ini merupakan produk-produk yang bermerek. Satu hal lagi yang sangat penting untuk diperhatikan adalah grafik persaingan yang semakin ketat hingga titik puncaknya, betapa banyak perusahaan mengambil keuntungan dari segmentasi pasar yang seperti ini.
Strategi pemasaran yang di pakai adalah pendekatan secara langsung kepada konsumen dengan mengandalkan kemampuan seseorang yang dapat berbaur langsung dalam lingungan masyarakat. Dapat kita melihat beberapa strategi pemasaran yang dipakai dalam fillm ini adalah sebagai berikut, Pertama mereka mengidentifikasi dan membedakan kelompok kelompok pembeli yang mungkin lebih menyukai atau memerlukan berbagai produk dan bauran pemasaran.Lalu mereka identifikasi segmen pasar dengan member perbedaan perbedaan demografis dan psikografis,dan perilaku dikalangan pembeli.Disini mereka membagi dalam empat bagian segmentasi pasar yaitu:
1. kelompok pembeli Remaja putri,
2. kelompok pembeli Remaja putra,
3. kelompok pembeli Wanita Dewasa/Ibu-ibu,
4. kelompok pembeli Pria Dewasa/Bapak-bapak
Disini mereka langsung berbaur dengan pelanggan sesuai dengan target produk kepada pembeli dan peran mereka masing masing.Mereka menawarkan kepada pelangan guna memuaskan kebutuhan mereka,melalui informasi dan komunikasi secara langsung kepada pelangang dnegan suatu yang bersifat fisik melalui suatu tawaran, yang dapat menjadi gabungan produk,jasa, informasi dan pengalaman.Komunikasi disalurkankapada konsumen melalui ekspresi wajah,pakaian, penampilan dan gaya hidup yang di pamerkan kepada konsumen.Sehinga dapat menarik perhatian konsumen secarah cepat dan mereka langsung mau membeli produk produk tersebut.
Alur ceritanya cukup bagus, namun pelaku strategi pemasaran tidak mempertimbangkan akibat dari strategi pemasarannya. Hal ini terlihat bahwa terjadinya kecelakaan akibat produk mereka. Adanya kasus bunuh diri akibat terlalu banyak hutang yang harus dibayar karena gaya hidup konsumtif. Strategi Marketing yang diterapkan sangat bagus dan brillian namun, anggota tim mulai terjebak pada masalah-masalah individu yang diakibatkan integritas mereka dalam melaksanakan tugas berbeda-beda. Selanjutnya perusahaan yang memperkerjakan mereka terlalu berfokus pada short term sales sehingga kelangsungan hidup konsumen tidak diperhatikan. Menurut pribadi, ini recomended banget buat ditonton.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar