Okezone.com-HARI Pahlawan
yang diperingati setiap 10 November selalu membangkitkan semangat seluruh
rakyat Indonesia untuk tidak melupakan jasa pahlawan dan menghargainya.
Sayangnya, makna tersebut hanya berhenti pada peringatan upacara. Sekedar
mengenang apa yang diperjuangkan para pahlawan tanpa embel-embel bagaimana agar
kita bisa meneruskan perjuangan mereka. Andai tiap upacara Hari Pahlawan bukan
hanya berisi tentang kisah yang kembali diceritakan, mungkin akan lebih
bermakna.
Dewasa ini, anak muda Indonesia mengalami pendewasaan yang
cukup maju. Mulai banyak anak muda yang sadar bahwa mereka bukan hanya harus
terus mengingat apa yang diperjuangkan para pahlawan, tetapi juga mulai timbul
kesadaran bahwa harus ada yang meneruskan perjuangan pahlawan. Dan salah satu yang
mempunyai tanggung jawab tersebut adalah pemuda, sebagai bagian dari rakyat
Indonesia.
Mengingat jasa pahlawan, artinya mau bergerak. Mau bergerak, artinya benar-benar mencintai bangsa. Terlalu sering membuat wacana dan membicarakan visi-misi jangan lantas membuat kita lupa untuk mau mulai bergerak. Indonesia tidak pernah butuh banyak visi-misi karena sudah tercantum dalam Pancasila dan Undang-undang Dasar. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana agar visi-misi itu terwujud. Bukan hanya membicarakan dan mengupas tuntas tentang isi visi-misi yang sebenarnya.
Sebagai anak muda, kita harus berani melihat sesuatu sekali pun itu tidak sesuai harapan kita. Bukan untuk ditangisi, tetapi untuk diperbaiki. Ketika kita merasa Indonesia sebenarnya masih terjajah karena banyak hal dari negara lain yang masuk ke dalam budaya kita tanpa ada filter terlebih dahulu, artinya kita punya tanggung jawab untuk memperbaiki hal tersebut. Jangan hanya saling menyalahkan, tapi bergeraklah bersama-sama. Ketika kita sadar pendidikan di Indonesia belum merata dan tidak sesuai dengan standar yang ditentukan, artinya kita perlu melakukan pergerakan untuk memperbaiki pendidikan bangsa. Mengapa pergerakan perlu kita lakukan? Sudah bukan waktunya kita sibuk merancang program. Seringkali waktu lebih banyak terbuang merancang program, sedangkan waktu untuk berkontribusi dan membuat pergerakan justru sangat singkat dan tidak bisa konsisten.
Memahami dan memaknai Hari Pahlawan artinya kita harus belajar untuk konsisten. Seperti yang kita ketahui, para pahlawan berjuang sampai titik darah penghabisan. Kata-kata yang sebenarnya sangat bermakna bahwa kita harus konsisten dalam melakukan pergerakan untuk perbaikan bangsa itu justru sekarang sangat mudah diucapkan tanpa tahu nilai yang terkandung di dalamnya.
Ada kalanya kita harus mengubah prioritas. Saat ini, masih banyak anak muda yang memprioritaskan diri sendiri dalam berkarya, tanpa sadar bahwa karya-karyanya bisa meneruskan perjuangan pahlawan dengan cara dikontribusikan dalam sebuah pergerakan untuk bangsa. Menyadari bahwa Indonesia adalah negara kita seharusnya membawa kita sadar dan terdorong untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dengan berkontribusi dalam bidang yang kita tekuni.
Jangan pernah berpikir bahwa melanjutkan perjuangan pahlawan harus selalu bergabung dengan militer agar bisa perang atau harus menjadi bagian dari pemerintah agar bisa membuat kebijakan. Siapa pun kita, di mana pun kita, negara ini tetap membutuhkan semua bagian dari rakyatnya. Indonesia bukan hanya butuh militer dan kebijakan pemerintah. Indonesia sangat membutuhkan peran rakyatnya, termasuk kita sebagai anak muda yang sebenarnya mempunyai posisi strategis dalam pergerakan.
Menyadari energi yang masih banyak tersimpan dalam diri harus bisa mendorong kita sebagai anak muda untuk melakukan sesuatu. Sejujurnya, Indonesia lebih membutuhkan satu langkah pergerakan anak muda untuk meneruskan perjuangan pahlawan, daripada sejuta wacana dan rancangan program. Mencintai Indonesia, menghargai pahlawan, berarti harus berani berkontribusi. Pemuda harus beraksi penuh sinergi, bukan hanya mahir memaparkan visi dan misi
Mengingat jasa pahlawan, artinya mau bergerak. Mau bergerak, artinya benar-benar mencintai bangsa. Terlalu sering membuat wacana dan membicarakan visi-misi jangan lantas membuat kita lupa untuk mau mulai bergerak. Indonesia tidak pernah butuh banyak visi-misi karena sudah tercantum dalam Pancasila dan Undang-undang Dasar. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana agar visi-misi itu terwujud. Bukan hanya membicarakan dan mengupas tuntas tentang isi visi-misi yang sebenarnya.
Sebagai anak muda, kita harus berani melihat sesuatu sekali pun itu tidak sesuai harapan kita. Bukan untuk ditangisi, tetapi untuk diperbaiki. Ketika kita merasa Indonesia sebenarnya masih terjajah karena banyak hal dari negara lain yang masuk ke dalam budaya kita tanpa ada filter terlebih dahulu, artinya kita punya tanggung jawab untuk memperbaiki hal tersebut. Jangan hanya saling menyalahkan, tapi bergeraklah bersama-sama. Ketika kita sadar pendidikan di Indonesia belum merata dan tidak sesuai dengan standar yang ditentukan, artinya kita perlu melakukan pergerakan untuk memperbaiki pendidikan bangsa. Mengapa pergerakan perlu kita lakukan? Sudah bukan waktunya kita sibuk merancang program. Seringkali waktu lebih banyak terbuang merancang program, sedangkan waktu untuk berkontribusi dan membuat pergerakan justru sangat singkat dan tidak bisa konsisten.
Memahami dan memaknai Hari Pahlawan artinya kita harus belajar untuk konsisten. Seperti yang kita ketahui, para pahlawan berjuang sampai titik darah penghabisan. Kata-kata yang sebenarnya sangat bermakna bahwa kita harus konsisten dalam melakukan pergerakan untuk perbaikan bangsa itu justru sekarang sangat mudah diucapkan tanpa tahu nilai yang terkandung di dalamnya.
Ada kalanya kita harus mengubah prioritas. Saat ini, masih banyak anak muda yang memprioritaskan diri sendiri dalam berkarya, tanpa sadar bahwa karya-karyanya bisa meneruskan perjuangan pahlawan dengan cara dikontribusikan dalam sebuah pergerakan untuk bangsa. Menyadari bahwa Indonesia adalah negara kita seharusnya membawa kita sadar dan terdorong untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dengan berkontribusi dalam bidang yang kita tekuni.
Jangan pernah berpikir bahwa melanjutkan perjuangan pahlawan harus selalu bergabung dengan militer agar bisa perang atau harus menjadi bagian dari pemerintah agar bisa membuat kebijakan. Siapa pun kita, di mana pun kita, negara ini tetap membutuhkan semua bagian dari rakyatnya. Indonesia bukan hanya butuh militer dan kebijakan pemerintah. Indonesia sangat membutuhkan peran rakyatnya, termasuk kita sebagai anak muda yang sebenarnya mempunyai posisi strategis dalam pergerakan.
Menyadari energi yang masih banyak tersimpan dalam diri harus bisa mendorong kita sebagai anak muda untuk melakukan sesuatu. Sejujurnya, Indonesia lebih membutuhkan satu langkah pergerakan anak muda untuk meneruskan perjuangan pahlawan, daripada sejuta wacana dan rancangan program. Mencintai Indonesia, menghargai pahlawan, berarti harus berani berkontribusi. Pemuda harus beraksi penuh sinergi, bukan hanya mahir memaparkan visi dan misi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar