"Saya sangat mengutuk agresi yang berulang," ujar Hidayat usai menghadiri Milad ke-100 Muhammadiyah di GBK, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2012).
Mantan Ketua MPR ini juga menyesalkan sikap Amerika Serikat
dan negara-negara barat yang terkesan tinggal diam dalam mengupayakan
perdamaian di jalur Gaza.
"Ini adalah tantangan bagi negara Islam sejauh mana dukungan terhadap Palestina," kata Hidayat.
Indonesia juag diharapkan dalam pertemuan negara-negara besar seperti G8 dan OKI untuk dapat mengambil peran mengajak negara-negara lainnya untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina dan pengakuan Palestina sebagai negara yang berdaulat.
"Indonesia lebih maju. Menlu Marty Natalegawa pernah menyatakan boikot produk Israel di neara muslim. Itu sesuatu yang signifikan. Indonesia menjadi garda terdepan menghentikan kejahatan kemanusiaan," jelasnya.
"Ini adalah tantangan bagi negara Islam sejauh mana dukungan terhadap Palestina," kata Hidayat.
Indonesia juag diharapkan dalam pertemuan negara-negara besar seperti G8 dan OKI untuk dapat mengambil peran mengajak negara-negara lainnya untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina dan pengakuan Palestina sebagai negara yang berdaulat.
"Indonesia lebih maju. Menlu Marty Natalegawa pernah menyatakan boikot produk Israel di neara muslim. Itu sesuatu yang signifikan. Indonesia menjadi garda terdepan menghentikan kejahatan kemanusiaan," jelasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar