Liputan6.com-
Jenjang karir yang tidak jelas, memiliki atasan yang galak, gaji bulanan yang
dianggap tidak layak sampai suasana kantor yang tidak mengenakkan, bisa membuat
seorang pekerja mengalami stres yang pada akhirnya membuatnya membenci
pekerjaan itu sendiri.
Tapi, tahukah Anda, bahwa membenci pekerja dapat
berdampak pada kesehatan Bahkan kabarnya, seorang yang membenci pekerjaan yang
sedang dijalankan jauh berisiko terkena penyakit serius ketimbang seseorang
yang tidak memiliki pekerjaan sama sekali alias pengangguran.
Seperti dilansir dailymail, Senin (26/11/12). Peneliti
dari Universitas Nasional Australia membandingkan kesehatan mental yang
terdapat pada orang-orang Inggris yang menganggur dengan orang-orang yang sudah
memiliki pekerja tapi sangat membenci pekerjaan tersebut.
Hasilnya, kesehatan mental kedua kelompok itu sama saja.
Diketahui para pekerja yang membenci pekerjaannya mengalami gangguan mental,
sedangkan para pengangguran mengalami kecemasan.
Rasa benci terhadap atasan, pekerjaan yang tak kunjung
selesai, sampai masalah kenyamaan yang diperoleh di kantor, membuat sebagian
pekerja depresi dan menimbulkan rasa cemas berlebih yang mengacu kepada
gangguan mental.
Berbicara tentang kesehatan mental, Profesor Butterworth
menambahkan bahwa dengan memperhatikan apa yang diinginkan para pekerja seperti
mengurangi tuntutan pekerjaan, meningkatkan kontrol pekerjaan, keamanan sampai
kenyamanan karyawan dapat meningkatkan kesehatan mental karyawan tersebut.
Orang yang tidak bahagia dengan pekerjaannya diperkirakan
memiliki tekanan darah tinggi, bahkan saat mereka sedang tidak bekerja. Bahkan
kabarnya, seorang pekerja yang jenjang karirnya tidak pernah meningkat berisiko
sakit jantung.
Peter Butterworth menambahkan, seorang pekerja yang sudah
bekerja keras tetapi apa yang diterimanya tidak sepadan dengan apa yang
diharapkan, dapat meningkatkan stres dan risiko sakit jantung.
Jadi, berbahagialah dengan pekerjaan Anda sekarang, sebelum
penyakit jantung menghampiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar