Kompas.com-Hujan
deras yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya mengalami pergeseran. Tiga
tahun sebelumnya pola hujan tersebut terjadi di awal tahun. Namun kini, hujan
deras yang biasa terjadi di awal tahun bergeser lebih cepat.
Pengamat lingkungan Universitas Indonesia Tarsoen
Waryono mengatakan, pola hujan di Jakarta dan sekitarnya sebelumnya cenderung
teratur. "Kini di bulan November hujan lebat sudah merata di wilayah
Bogor, Depok, dan Bekasi," kata Tarsoen, Sabtu (24/11/2012).
Tarsoen yang juga peraih penghargaan Kalpataru untuk
kategori Pembina Lingkungan ini berpendapat, pergeseran pola hujan terjadi
karena perubahan kondisi lingkungan.
Daya dukung drainase di Jakarta dan sekitarnya semakin buruk
karena banyak mengalami penyempitan, sedimentasi, dan tersumbat sampah.
Sementara infiltrasi air (air yang meresap) ke dalam tanah sangat rendah karena
pemanfaatan lahan di Jakarta sangat tinggi. Akibatnya air yang melimpas terlalu
banyak hingga menyebabkan banjir.
Menurut Tarsoen, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus
berani menyampaikan fakta yang ada. Lalu Pemprov DKI mengajak kerja sama semua
pihak melakukan sosialisasi pentingnya kebersihan sungai dari sampah.
Karena itu, kata dia, perlu dihidupkan terus kerja sama
antar wilayah sekitar ibu kota. Dengan cara itu, semua pihak dapat memahami
bahwa banjir adalah persoalan disebabkan bersama. Harapannya ada pemahaman dan
langkah bersama mengatasi banjir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar