okezone.com - Pendidikan karakter penting untuk
diterapkan dalam diri para pelajar sejak sedini mungkin dan secara
berkelanjutan. Namun, pada kenyataannya, Pengamat Pendidikan Universitas Negeri
Jakarta (UNJ) Lody Paat merasa, ada pembedaan pembangunan sikap dan karakter di
tiap jenjang.
Lody berpendapat, pembangunan sikap harus ada di setiap mata pelajaran, seperti Matematika yang membentuk karakter peserta didik dengan cara berpikir yang logis. Sementara IPA bertujuan untuk membangun sikap ilmiah di benak setiap siswa.
Dia juga mengkritisi niatan pemerintah yang membedakan konsep pembentukan sikap hanya di jenjang SD, pembentukan keterampilan di SMP, dan di jenjang SMA hanya melatih ilmu pengetahuan. Dia berpendapat, konsep tersebut justru akan menimbulkan permasalahan baru. Selain mengubah mata pelajaran, juga mempersulit pembuatan indikator nilai kesuksesan dari kurikulum tersebut.
Menurut Lody, standar kompetensi lulusan di masing-masing jenjang memang harus dibedakan. Namun, pemerintah tak perlu mengotak-kotakkan konsep pendidikan di masing-masing jenjang. “Jika dibedakan maka pemerintah sama saja salah kaprah,” tutur Lody, Selasa 13 November kemarin.
Pengamat Pendidikan Indrajati Sidi berpendapat, dia sangat mendukung langkah perubahan kurikulum apabila konsep perubahannya menyeimbangkan emosional dengan intelektual. Keduanya pun dianggap belum cukup karena harus dilakukan pendekatan observasi mulai dari menyimak, melihat, membaca, dan mendengar sehingga anak pun tidak dididik secara pasif lagi. Selain itu, revisi juga diperlukan karena zaman sudah berubah sehingga pola pendidikan pun harus mengikuti perubahan tersebut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar